Klasifikasi Thulul Amal dan Bahayanya

Pusat khutbah jumat akan terus rutin mengupdate khutbah setiap hari jumat pagi, berilah semangat untuk menyebarleaskan khutbah, semoga bermanfaat dan menjadi amal baik admin pusat khutbah jumat.

Hadirn sidang jumat yang dimulyakan Allah…
Alkisah, pada saat Allah mengeluarkan keturunan Nabi Adam pada hari perjanjian (yaumul mitsaq) para malaikat bertanya, YA Allah bumi tidak muat menampung mereka, maka Allah berfirman, sesungguhnya aku ciptakan maut, malaikat balik bertanya:” hidup mereka tidak merasakan kenyamanan?, Allah berfirman, aku ciptakan angan-angan (al amal).
Terlepas dari kesahihan kisah di atas, tetapi inti pelajaran yang dapat diambil adalah hati-hati dengan thulul amal, karena thulul amal diciptakan untuk menguji kualitas persiapan manusia setelah mati, angan-angan membuat lupa dan asyik dengan duniawi, sejatinya duniawi adalah permainan belaka, Allah berfirman:
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (al- Ankabut[29]:64)

Panjang angan-angan yang dimaksud di sini adalah merasa dirinya hidup dalam waktu yang lama, merasa dirinya jauh dari kematian, padahal rotasi perjalanan hidup itu meninggalkan titik kelahirannya dan menuju ke titik puncak kematiannya. Siapapun bisa mengidap penyakit thulul amal, terbukti masih kosongnya ruang masjid, majlis taklim, pesantren atau lahan tempat beramal lainnya, dengan dalih masih ada kesempatan untuk beramal baik di lain waktu. Tidak sadar bahwa kematian selalu mengintai kapan dan dimanapun jua.

Sidang jumat rahimakumullah..
Thulul amal dapat diklasifikasikan Ada tiga bentuk thulul amal manusia sesuai dengan golongan kedekatannya kepada Allah

Pertama para Nabi dan rasul serta hamba Allah yang benar-benar tinggi tingkat ketaqwaannya (as-siddiqiin) tidak mempunyai angan-angan sama sekali, setiap detiknya ingat akan kematian, menatap kehidupan ini dengan langkah yang mantab bahwa Tuhan akan memanggil siapaun keharibaannya sesuai dengan kehandaknya. Para Nabiyullah mengayunkan langkah menatap ke depan penuh keyakinan bahwa ajal seolah berada selangkah lagi. Oleh karenanya semua tindakannya berorientasi ukhrawiy. Nabi saw bersabda:

واللذى نفسى بيده ما رفعت قدمى فظننت أنى أضعها حتى أقبض ولارفعت لقمة فطننت أنى أسيغها حتى أغص بهامن الموت

Kedua, orang yang mempunyai angan-angan tetapi sama sekali tidak mengganggu ketaatannya kepada Allah,senantiasa dirinya disibukkan dengan bersiap-siap dijemput ajal kapanpun jua, dengan penuh kesadaran yang mantab bahwa manusia selalu mendekati kematian, umur yang bergulir senantiasa bersanding dengan ajal terus menerus membuntuti al yang ia kumpulkan tidak hanya untuk hidup di bumi ini setelah ajalnya tiba nanti.

Ketiga, orang yang angan-angannya panjang, merasa masih mempunyai kesempatan hidup bahwa hidup ini masih lama menuju pintu kematian, akjibatnya menunda taubat, tidak bergsegera berbuat kebajikan. Orang yang panjang angan-angannya akan meremehkan perbuatan baik dengan tidak melaksanakan segera, juga meremehkan dosa karena didepannya pintu taubat masih terbuka lebar untuknya, nyaris tidak berbuat kebajikan, pantas ada ungkapan dari para ulama'-ulama' terdahulu “Orang yang panjang rasa hidupnya di dunia maka jelek amalnya”

Sidang jumat yang dimulyakan Allah
Mengapa agama islam begitu perhatian terhadap thulul amal, karena thulul amal menyebabkan lalai akan hadirnya kematian dan kerakusan. Lali karena merasa hidup lebih lama, rakus karena hidup dengan durasi yang lama membutuhkan biaya yang lebih banyak. Padahal manusia tidak akan pernah puas dengan segala macam kepemilikannya hatta mempunyai dua lembah dari emas sekalipun manusia tidak akan pernah puas.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (al-An’am[6]:32)

Ali kw, pernah mengatakan:”sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan angan-angan panjang ( thulul amal ), mengikuti hawa nafsu membuat tertutup dari kebaikan sedangkan angan-angan yang panjang menumbuhkan sifat loba terhadap kehidupan dunia. Gebyar warna-warni godaan dunia membuat manusia menginginkan hidup lebih lama dari jatah usia yang telah ditentukan, bukan untuk memperbanyak ibadah tetapi ingin memandang kehidupan duniawi ini lebih lama dari garis tepi usia yang telah ditentukan. Allah melarang perbuatan ini, sebagaimana firmannya:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى.
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Thaaha[20]:131)

Hadirin sidang jumat yang dimuliakan Allah
Sudah menjadi kodrat manusia bahwa, apabila barang duniawi dambaannya telah di dapat maka akan muncul barang lain untuk dimiliki juga, demikian ini akan terus menerus berlangsung hingga liang kubur menjadi tempat terakhirnya..

Teramat berharga hidup ini untuk berjuang demi mendapatkan duniawi yang tidak pernah abadi, marilah kita renungkan kembali bahwa kematian selalu mengintai terus memburu manusia tak kenal lelah. Kematian adalah sebuah lakon hidup yang harus dijalani setiap insan, naluri akal sehat selalu memilih kepentingan abadi dan hakiki yakni kepentingan ukhrawi. Setiap siratan thulul amal datang hinggap di dalam hati ketahuilah sesusngguhnya itu adalah bisikan ssyetan belaka. QS 4. An Nisaa':120

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمْ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلاَّ غُرُوراً
"Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak (QS. An Nisaa'[4]:120)

=== 

Judul Khutbah Terkait:

Semoga Manfaat, nantikan khutbah terbaru