Khutbah jumat tentang memelihara derajat kemanusiaan

Kesempatan khutbah jumat kali ini kan memposting kkhutbah yang berbicara tentang derajat kemanusiaan, dimaksudkan untuk menemukan korelasi antara derajat kemanusiaan dengan nilai tema khutbah jumat tentang ikhlas  selamat membaca...

الحمد لله الواحد القهار . العزيز الغفار . مدبر الأمور ومقدر الأقدار . ومولج الليل فى النهار . ومولج النهار فى الليل تبصرة وذكرى لأولى الأبصار . أشهد أن لاإله إلاالله وأشهد أن محمدأ عبده ورسوله الأطهار . اللهم صلِّ على سيدنا محمد المصطفى المختار . وعلى أله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم فريق فى الجنة وفريق فى النار.

Hadirin sidang jumat rahimakumullah 
Isi alam semesta ini beragam adanya, ada makhluk yang berkembang seperti pepohonan namun adapula makhluk yang tidak berkembang, seperti bebatuan, ada yang kasat mata, seperti kita ini, ada pula yang tak nampak oleh pandangan mata seperti jin, malaikat dan sejenisnya ada yang dilengkapi dengan sarana akal saja seperti  malaikat, ada pula yang hanya dibekali dengan insting nafsu saja untuk memenuhi hidupnya seperti binatang. Uniknya penciptaan manusia lengkap dengan kedua hal tersebut, yakni diberi akal dan nafsu. Sungguh maha besar Allah yang telah menciptakan kesempurnaan pada diri kita semua.

Makhluk Allah sejenis binatang akan memenuhi kebutuhan hidupnya didasarkan atas nafsu yang ia punya, oleh sebab itu binatang tidak mampu memberdakan mana yang haq atau bathil dan tidak mengenal salah atau benar. Berbeda pula dengan malaikat yang selalu beribadah kepada Allah sesuai dengan perintah yang ditklifkannya, tidak pernah maksiat namun tidak pernah melebihi perintah yang diberikannya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan penciptaan manusia, terkadang manusia membangkang atas perintah Allah, tetapi manusia juga bisa beribadah, tidak hanya yang diwajibkanya saja. Tetapi manusia bias beribadah yang sunnah, Sungguh sebagai manusia seperti kita ini harus bersyukur kepada Allah ta’ala, karena mendapat perlakuan yang istimewa dari-NYA

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra`: 70)

Kesempurnaan ini dipersiapkn sedemikian rupa oleh Allah untuk manusia agar mampu mengemban menjadi menjadi khalifatullah fil ard sehinnga mampu berbuat dan memilih jalan hidupnya, imma syakiran wa imma kafuuran Adakalanya manusia bersyukur dan adakalanya manusia yang kufur terhadap nikmat-nikmat Allah. Untuk melengkapi kebutuhannya, manusia juga dilengkapi oleh Allah seperangkat anggota tubuh dan panca indera, tangan untuk berbuat, kaki untuk melangkah, mata untuk melihat dan mulut untuk makan dan berbicara. Telinga untuk mendengar akal untuk berfikir. Sungguh Allah maha pemurah atas segala anugerahnya.

Oleh karenanya, manusia pada kondisi tertentu apabila terjaga semua inderanya ia akan naik pangkat melebihi derajat malaikat, tetapi di sisi lain jika nafsu menjadi imamnya, sedang perangkat indera sebagai ma’mumnya maka tidak selayaknya dianggap sebagai hamba Allah yang semestinya. Menurut Al Madudi (seorang ulama’ besar India), beliu berpendapat, kita selalu menyaksikan hampir pada setiap zaman justru sebagian besar manusia itu lebih tidak terkendali dalam memenuhi kebutuhan hawa nafsunya dibanding dengan binatang.

Aul A'la al-Maududi juga berkata, kalau kita berbicara tentang binatang yang diberi gelar oleh manusia dengan sebutan Binatang Buas. Padahal, sebuas-buasnya binatang tidak akan mengalahkan buasnya manusia. Sejak binatang buas dan manusia itu ada, berapa jumlah korban manusia yang pernah dimakan binatang buas dibandingkan kebuasan manusia atas manusia pada Perang Dunia I, misalnya. Jadi, sebenarnya manusia lebih buas daripada binatang buas itu sendiri.

Bahkan, pernah kita jumpai dillayar kaca televisi, seorang ibu tiri terlibat dalam kasus pembunuhan mutilasi, seorang pejabat merampas hak orang lain dengan cara korupsi, seorang bapak tega memperkosa anaknya sendiri, sungguh zaman edan, karena itu segeralah melakukan taubat nasuha bagi yang belum melakukannya.

Dengan tegas Al Quran menyatakan

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" (Al A’raaf: 7:179).

Didahulukannya hati dari penyebutan mata dan telinga juga memperlihatkan urgensi hati bagi keseluruhan tubuh manusia. Hati menjadi tempat seluruh perasaan jiwa, kekuatan berpikir dan keyakinan manusia. Perasaan cinta, benci, bahagia, gelisah, marah, takabbur, tawadhu, yakin dan ragu muncul dari hati.

Hadirin sidang jumat  rahimakumullah  
Kemuliaan manusia jika di bandingkan dengan mahluk yang lain merupakan sebuah amanah yang harus di jaga dan dilestarikan oleh setiap manusia, karena kemuliaan manusia ini dapat menjadi berkurang apabila manusia melakukan perbuatan yang terlarang. Sebaliknya akan makin meningkat jika yang kita lakukan lebih dari sekedar yang diwajibkan, yakni memperbanyak amalan sunnah.

إِن شرّ الدواب عند الله الذين كفروا فهم لا يؤمنون
"Sesungguhnya binatang atau mahluk yang paling buruk di sisi Allah adalah orang-orang kafir karena mereka itu tidak beriman". (Q.S. Al-Anfal: 55).

Rupanya yang membedakan manusia dengan binatang tidak hanya sekedar akalnya tetapi nilai ketaqwaan yang diperbuat oleh manusia sendiri, mudah-mudahan kita adalah termasuk hamba Allah yang mulia berkategori memelihara derajat kemanusiaan serta digolongkan hamba Allah yang bertaqwa  sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya orang yang paling mulya di sisi Allah adalah orang-orang yang bertaqwa amiin ya rabbal alamin

بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم ونفعنى وإياكم بمافيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم إنه هوالسميع العليم ....

Judul Khutbah Terkait:

Semoga Manfaat, nantikan khutbah terbaru