Pages - Menu

Showing posts with label ringkasan khutbah. Show all posts
Showing posts with label ringkasan khutbah. Show all posts

Khutbah Jumat Tentang Musibah Corona Ujian Tuhan Untuk Semua Insan

Jumat kali ini masih dalam suasana pandemi yang tentu saja menelan jutaan manusia terinfeksi tapi juga ratusan ribu orang mati. Musibah ini melahirkan berbagai tafsiran spekulasi, di awal terjadinya pandemi, sebagian ada yang menafsirkan bahwa pademi ini adalah azab dari Allah swt, setelah fakta yang terjadi tidak hanya menimpa negara-negara non-muslim, tafsiran tersebut mulai senyap.

Kemudian adapula yang menafsirkan, pademi ini adalah tentara Allah yang membunuh orang-orang kafir, ternyata tidak hanya non-muslim, bahkan seorang muslim yang baik bahkan dokter juga ada yang menjadi korban.

Atas fenomena-fenomena tersebut, marilah kita renungkan sebuah kisah dari Ibnul Qoayyim al-Jauziyah yang ditulis oleh Abdullah bin Ali al-Ja’itsan dalam kitabnya tuhfatul maridh, 61.

diceritakan bahwa Ibn al-Qayyim mendapat sebuah kisah dari seseorang yang membaca buku sejarah, bahwa pada saat Iskandar Dzulkarnain tengah dalam perjalanan pulang setelah menjelajahi dunia, Iskandar Dzulkarnain sampai pada daerah Babilonia (Irak-sekarang). Ia mengalami sakit yang parah dan ia merasa bahwa, sakitnya adalah sakit yang mendekati kematiannya. Kemudian beliau menulis surat kepada Ibunya, agar apabila benar-benar meninggal tidak memberikan luka kesedihan yang mendalam kepada ibunya, kemdudia dia menulis surat….



Dari kisah tersebut dapat kita simpulkan sementara bahwa, musibah tidak hanya menimpa beberapa orang saja, tetapi menimpa semua orang akan tertimpa musibah, seperti saat ini, semua lini terdampak, tidak hanya sektor kesehatan yang lumpuh tetapi efek dominonya merembet ke sektor lain, termasuk pariwisata, keuangan, perdagangan bahwa sektor pendidikan dan raga olahraga.

Hemat khatib, lebih sepakat dengan definisi secara umum, bahwa musibah adalah sesuatu yang menimpa seseorang dalam hala yang tidak menyenangkan seperti menimpa kepada harta, kesehatan, keluarga dan lain-lain. Musibah tersebut ditimpakan

Sebagaimana dikutip oleh Quraish Shihab dalam Corona Ujian Tuhan, 16. Bahwa sahabat Ali kw. berkata: Musibah yang menimpa orang beriman aalah sebagai ujian, dengan ujian tersebut orang mukmin dapat menguji kesabarannya. Sejalan dengan sabda Rasul saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah 

عن أبى هريرة قال رسول الله صلعم, مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ " رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ , عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يُوسُفَ , عَنْ مَالِكٍ. " وَمَعْنَى الْحَدِيثِ: أَنَّ مَنْ أَرَادَ اللهُ بِهِ خَيْرًا ابْتَلَاهُ بِالْمَصَائِبِ لِيُثِيبَهُ عَلَيْهَا.
Dari Abu Hurairah ra, Rasul saw bersabda: "apabila Allah menghendaki kebaikan maka menimpa musibah kepadanya dari Allah". 

Kemudian Apabila musibah tersebut menimpa orang-orang yang tidak beriman, maka musibah tersebuat sebagai pelajaran, agar ia kembali kepada jalan kebenaran dan taubat. Musibah juga ditimpakan kepada para Nabi dan Rasul saw, namun musibah tersebut dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya sehingga lebih dekat lagi kepada Allah swt. (Quraish Shihab, Coro Ujian Tuhan, 16)

Dengan makna tersebut, kita bisa pahami pandemi saat ini adalah ujian dari Allah, untuk menguji kesabaran kita untuk tetap tinggal di rumah, kecuali hanya dalam hal-hal yang sangat penting. Selain itu kita bisa manfaat sebaik-baiknya untuk menambah kebaikan-kebaiakan di rumah.

Semoga khutbah ini menginspirasi dan menjadi sedikit panduan untuk tetap berada di rumah selama pandemi ini. Apabila memang benar-benar dibutuhkan untuk beraktifitas di rumah maka jangan lupakan protokol kesehatan. Wassalam….
Read More »

Ringkasan Khutbah tentang Menjaga Kejernihan Hati

Manusia sengaja diciptakan Allah secara sempurna, kelengkapanan indera sebagai penyempurnaan penciptaanya agar manusia berpotensi secara maksimal dalam menajamkan visi hidup mengabdi kepada Allah ta’ala. Setiap indera punya dua potensi, potensi baik dan potensi buruk, tergantung atas dasar apa menggunakannya. Bila digunakan dengan menggunakan pertimbangan keimanan maka potensi baik yang, sebaliknya bila dipergunakannya atas dasar pertimbangannya memperturutkan hawa nafsu maka potensi buruk yang terlahir darinya.

Kita mesti hati-hati dan terus waspada terhadap pintu maksiat yang ditimbulkan dari anggota badan. Pendengaran, penglihatan, perkataan dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Semua kejahatan muaranya ada di dalam hati, maka senantiasa kita harus menjaga kejernihan hati dan memahami sumber yang menciptakan kejernihan hati.

Pikiran
Sumber utama yang masuk ke dalam hati adalah pikiran, pikiran yang tenang akan berpengaruh terhadap ketenangan hati, sebaliknya pikiran yang keruh akan membuat suasana hati juga keruh. Oleh karena itu pikirkan sesuatu yang baik, tidak iri hati, dengki atau berfikiran kotor lainnya, maka akan bisa menjernihkan hati. Pikiran adalah sebuah tampungan besar yang mewadahi semua keadaan, sedih, senang, marah, sabar dan lain sebagainya.
Read More »

Khutbah Jumat tentang Taubatan Nasuha

Melengkapi khutbah tentang taubat nasuha pada posting sebelumnya, maka kali ini pusat khutbah jumat akan merinci lebih detail faktor yang mengharuskan manusia untuk bertaubat. Bertaubat sama saja dengan meringankan beban bawaan seorang salik untuk mendekatkan diri kepada Allah sawt. Karena beban berat bagi orang yang mendekatkan diri kepada Allah adalah dosa yang dipikulnya. Ada beberapa alasan yang mendorong manusia untuk melakukan pertaubatan diantaranya adalah

Hampir seluruh anak adam pernah melakukan perbuatan dosa, perbuatan dosa itu menjauhkan diri ke-fithrahan manusia dari Allah, pada mulanya manusia yang fithrah dekat dengan Allah, untuk kembali mendekatkan diri pada posisi semula jalan yang harus ditempuh ialah taubat. Setiap anak Adam pernah melakukan kesalahan/dosa berdasarkan hadits Rasulullah saw;

حدثنا قتادة عن أنس قال صلى الله عليه وسلم : كل بني آدم خطاء ، وخير الخطائين التوابون
Menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas, Rasulullah bersabda: ”setiap anak adam melakukan kesalahan, sebaik-baik orang-orang yang melakukankesalahan adalah orang-orang yang bertaubat (HR. Tirmidzy ibn ibn Majah, hadits dhoif)

Menurut at-tirmidzi hadits tersebut dhoif, perlu digaris bawahi bahwa hadits di atas memberikan pelajaran berharga kepada semua anak Adam as untuk selalu bertaubat kepada Allah atas segala dosa yang senantiasa menimpa kepada anak adam setiap harinya, baik disengaja atau tidak disengaja. Taubat merupakan perintah Allah kepada seluruh orang yang beriman. Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu bertobat kepadaNya, sebagaimana firmanNya dalam surat At-Tahriim[66]:8, yang artinya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At-tahrim [66]:8)

Terkait dengan taubat nasuha, silahkan sempatkan membaca khutbah tentang taubat nasuha. Berkaitan dengan taubat, ayat di atas memberi pengertian bahwa taubat bagi orang mukmin adalah perbuatan yang sudah menjadi kemestian, bahkan dalam hadits, seruan ini lebih umum diperintahkan oleh Rasulaullah kepada semua manusia, tidak hanya khusu bagi orang-orang yang beriman saja

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول يا أيها الناس توبوا إلى ربكم فإني أتوب إليه في اليوم مائة مرة
Rasulullah saw berkata:” Wahai manusia bertaubatlah kepada tuhanmu sesungguhnya aku bertaubat kepadanya setiahari 100 kali

Kalau Rasulullah saw hamba Allah yang agung serta mendapat kepastian masuk surga dari Allah bertaubat (istighfar) tidak kurang dari 100 kali apalagi manusia bisa yang sederajat dengan kita, tentu seribu kali istighfar masih belum terbilang orang hebat tapi masih dalam batas kewajaran, mengingat banyaknya kesalahan dan dosa yang diperbuat. Terus meneruslah bertaubat dalam arti kembali kepada Allah menyesali dosa yang pernah dilakukan serta meneguhkan hati tidak mengulangi lagi, agar dekat kepada Allah swt. Pada mulanya Allah dekat dengan hambanya, oleh karena manusia berdosa sehingga manusia menjadi berubah posisi menjauh dari Allah swt.

Sidang Jumat Rahimakumullah…
Hal lain yang menjadi faktor mengapa seorang hamba Allah harus bertaubat?, karena Allah menyukai orang orang yang bertaubat, dalam kutipan al Al Quran surat Al-Baqarah[2]:222 “…., Sesungguhnya Allah maha menyukai orang-orang yang bertaubat dan dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”

Predikat dicintai Allah adalah predikat yang membanggakan bagi semua hambanya, didamba oleh orang bertaqwa, membahagiakan bagi orang beriman, karena denga dicintai Allah, semua kebutuhan dan permintaan terpenuhi, termasuk yang terpenting adalah butuh ketenangan dalam menjalani hidup. Batapa tidak, jika dicintai oleh orang ternama dalam suatu negara menjadi sebuah kebanggaan tersendiri apalagi dicintai oleh Allah raja dari semua makhluk alam semesta.

Kita semua berharap semoga menjadi hamba Allah yang selalu bernaung kesadaran penuh untuk terus menerus melakukan pertaubatan, dan Allah mengampuni dosa kita semua. Yang menjadi optimis dosa kita diampuni adalah karena manusia bertaubat nasuha dan Allah mempunyai sifat tawwabiin yang arti berkali-kali menerima taubat. Kalau Allah manusia kembali pada posisi fithrah semual maka kebahagiaan hidup akan terjamin dari dunia hingga akhirat kelak

Semoga khutbah ini memberikan sedikit gambaran betapa pentingnya arti khutbah tentang taubat, tanpanya hidup berlumuran dosa yang menjatuhkan manusia dalam keadaan hida dina, dunia dan akhirat
Read More »

Ringkasan Khutbah tentang Adzab

Resume khutbah jumat tentang tanggapan agama dalam menyikapi musibah yang terus mendera tak bangsa tercinta ini.

Bencana datang mengancam terus mnerus, banjir, longsor, angit taufan, kemiskinan, kecurangan dan sederet musibah lainnya. Hendaknya musibah tersebut dijadikan sebagai peringatan atau ibrah bagi kita semua, terlebih bagi para pemimpin elit bangsa ini. Semoga saja musbah yang sedang menimpa ini hanya sebatas ujian atau peringatan bagi seluruh penghuni bangasa ini

Sidang jumat yang dimulyakan Allah
Dalam surat a-Ruum : 41 dikatakan bahwa segala jenis kerusakan dibumi yang saat ini terjadi merupakan ulah tangan manusia yang mengekspoitasi kekayaan alam berlebihan tidak memperdulikan keseimbagan alam, akibatnya bumi dan seisisnya seharusnya tempat dimana semua manusia bisa memenuhi kebutuhannya berbalik menjadi petakan bagi penghuniny

Penyebab terjadinya berbagai musibah yang melanda diakibatkan oleh bermacam-macam faktor pula. Salah satu sumbernya adalah ketika amanah yang seharusnya dipegang erat oleh penguasa sudah mulai pudar dari “tali” keteguahan hatinya, sehingga amanah berubah menjadi khianat, mengayomi menjadi menzolimi, menabung untuk rakyat menjadi kebijakan untuk mencari untung. Sungguh hal ini akan membuat sengsara bagi orang banyak di dunia dan sengsara bagi plekunya di akhirat kelak. Dari dua arah berkhianat dengan amanat rakyat akan mengakibat kerugian di alam yang berbeda

Kita ketahui bersama bahwa peringkat korupsi di negara kita makin tinggi, tidak makin nsurut, tidak hanya dikalangan atas saja tetapi sampai ke rakyat jelata-pun sudah bisa melakukan praktik penyuapan untuk administrasi-administarsi ringan tentunya, sungguh mencengangkan…

Di lini yang lain kta sering menyaksikan akurasi timbagan para pedagang yang mulai tidak akurat baik dipasar tradisionla maupun tempat umum lainnya, mencerminkan betapa tidak amanahnya terhadap profesi yang mereka geluti.
Jamaah jumat rahimakumullah…

Penyebab lainnya adalah menipisnya budaya malu, kita lihat bahwa penyelewengan kewenangan jabatan sudah tidak mempunyai malu, padahal sifat mau dalam elemen untuk melakukan yang positif adalah hal yang mutlak dibutuhkan, ketika hilang rasa malu tentu akan mudah tergiur degnan godaan duniawi. Mata bisa menjadi “biru” dengan uang suap yang siap untuk dikantongi hmmm lagi-lagi sangat mengherankan. Padahal sebuah riwayat Abdullah bin Umar, HR. Ibnu majah intinya, Allah akan membinasakan seseorang didahului dengan hilangnya rasa malu yang ada dalam dirinya.

Jika jita tidak saling mengingatkan maka kita akan terkena musibah dan hancur bersama mereka, rujuklah kepada Al Anfaal:28, yang intinya peliharalah dari siksaan yang tidak hanya menimpat kepada sebagian orang saja, tetapi menimpa kepada semua kaum diantara kalian semua.
Ayat tersebut memberikan peringatan keras kepada seluruh manusia untuk selalu menjaga komunitasnyadari perusakan yang bersifat massif, karena akan membahayakan semua orang tidak hanya yang berbuat maksiat tetapi orang orang baik disekitarnya. Semoga kita bisa memanfaatkan umur ini untuk terus berbuat baik dan bermanfaat kepada orang orang disekitar kita amiiiin
Wassalam…silahkan baca pula khutbah jumat tentang bersyukur mengundang nikmat
Read More »

Khutbah Jumat tentang Umur Sebagai Modal Hidup

Pusat Khutbah Jumat. Segala puji bagi Allah atas karunia nikmatnya, kita dalam keadaan sehat jasmani ruhani, sudah seharusnya terucap syukur alhamdulillah. Dengan nikmat tersebut kita dapat melaksanakan ritual rutinitas mingguan, yakni sholat jum’at secara berjama’ah. Shalawat serta salam terucap kepada baginda Nabi saw, dimana bertepatan pada saat ini merupakan bulan dimana beliau dilahirkan, beliau berhasil menyingkap tabir kebenaran dan mengubur kebathilan dengan risalah yang dibawanya yakni agama Islam.

Mari kita bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan perintahnya sekuat tenaga serta menjauhi larangannya, agar terbuka jalan terang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin ya rabbal alamin

Hadirin yang dimulyakan Allah…
Terkait dengan kelahiran Rasulullah saw ini, ada baiknya kita renungkan dan dijadikan pelajaran akan pentingnya hakikat kelahiran. Sudah bukan menjadi barang rahasia, bahwa kehidupan di muka bumi ini diawali dengan kelahiran diakhiri dengan kematian, lahir dan mati hanyalah perjalanan panjang menuju hari akhirat. Diantara keduanya disebut dengan umur. Umur menjadi modal bagi setiap orang untuk berkarir di hadapan Allah, siapa diantaran yang paling banyak taqwanya, dialah yang dialah orang yang paling berharga di hadapan Allah, sebaliknya siapapun orangnya yang tidak menghargainya dengan mengisi kebaikan-kebaikan ia adalah orang yang terhina .
Read More »

Khutbah Jumat Tentang Urgensi Berkata Baik


Mungkin ketika membuka web pusat khutbah ini ingatan kita masih lekat dengan khutbah-khutbah sebelumnya, diantaranya adalah tentang tantangan ulama’, posting kali ini, ada kaitan yang cukup erat dengan postingan sebelumnya. Bahwa seorang khotib harus mampu mengemas bahasa yang baik yang tidak membuat gaduhnya suasana dalam hati. Yang berpengaruh kepada jamahnya. Karena itu perlu mengenal

“bahasa” ber-khutbah adalah sesuatu yang urgent. Agar kelak setelah perjalanan umur ini selesai, kalkulasi perkatan baik lebih banyak daripada perkataan yang buruk.

Perjalanan umur yang kita lalui ini antara lain adalah lahir kemudian hidup di dunia dan selanjutnya siap atau tidak siap akan menemui batas akhirnya berupa kematian. Kematian jasmaniyah tidak berarti berakhir segala-galanya, tetapi harus yakin bahwa kematian adalah pintu gerbang baru yang memasuki alam yang baru pula yaitu alam kematian.

Jika dalam semua kehidupan dunia bersifat misterius maka setelah mati adalah masa kehidupan yang transparan, tidak ada yang tertutupi oleh apapun jua, semua jejak hidup di dunia terungkap nyata dan di sanalah tempat pembalasan semua perkataan. Dalam hidup ini sudah banyak sekali yang pernah kita lakukan, akan tetapi menurut khotib sendiri ada perbuatan yang sering tidak sadari dan menempati rating pertama paling aktif yakni berbicara atau berkata-kata.
Read More »

Khutbah Tentang Bersyukur Mengundang Nikmat

Pusat khutbah jumat memberikan meteri khutbah dengan judul Khutbah tentang bersyukur mengundang nikmat adapun postingan pertama blog ini berjudul umur sebagai modal hidup menuju mati. Sebagaimana mestinya para pembaca yang budiman silahkan menambahkan materi lain yang berkaitan dengan tema ini.
Puji syukur seagung-agungnya kepada sang pemberi nikmat, semoga aliran nikmatnya terus teralir deras kepada hamba-hambanya yang sahalih dan kepada kita semua amiin. Shalawat salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi kita Nabi Muhammad saw, pejuang kemulyaan, yang menggeser manusia dari prilaku jahiliyah menuju akhlaqul karimah. Tak lupa mari kita tingkatkan nilai taqwa kita naik secara kualitas maupun kwantitasnya. 
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Dalam menjalani roda kehidupan ini, Banyak sekali nikmat Allah yang kita pergunakan, sehingga kita punya tempat berteduh, makan terasa nikmat, tidak seperti saudara-saudara muslim kita dibeberapa tempat, sebut saja Jalur Gaza, siang malam harus terjaga untuk menghindari ganasnya roket Israel . Di wilayah loka juga banjir terjadi, gempa, putting beliung dan sederet musibah atau ujian lainnya yang menghantam sesuai suratan taqdir dari-Nya. Menjadi nyata bahwa nikmat yang kita dapat sekarang ini sungguh luar biasa banyaknya.
Read More »

Khutbah Jumat tentang Potret Kaya dan Miskin

Ringkasan Khutbah Jumat tentang Khutbah Jumat tentang Potret Kaya dan Miskin, Diduga bahwa kata miskin merupakan serapan dari bahasa arab, dalam al Quran disebutkan

أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ
..atau orang miskin yang sangat fakir” (QS al-Balad [90]: 16)

Hal ini berbeda denga kata faqir yang berarti, berasal dari bahasa arab pula yaitu al-faqru, berarti membutuhkan, kata ini banyak dijumpai dalam Qur’an salah satunya adalah:

فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“…lalu dia berdoa, “Ya Rabbi, sesungguhnya aku sangat membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (QS al-Qashash [28]:24).

Baik miskin maupun fakir dalam realitas sosial kita jumpai, sebagai solusi maka perhatian agama ketika berbagi dalam bentuk zakat keduanya adalah mustahiq yang harus didahulukan, hal ini membuktikan bahwa sistem sosial perekonomian islam tidak serupa dengan kapitasli, dimana kapitalis lebih mengedepankan yang punya modal sebagai ‘raja’ di tengah kehidupan sosial. Dalam berbagipun tidak harus seluruhnya tetapi diatur sedemikian rupa yang disebut dengan Nishab, hal ini juga membuka mata kita bahwa sistem sosial perekonomian di dalam islam tidak identik dengan sosialisme.

Kedua sanggahan itu diharapkan mampu menjadikan masyarakat yang adil dan tidak berlebihan, satu hal lagi yang lebih penting adalah kepedulian terhadap sesama muslim. Karena kaya dan miskin dimata Allah adalah sama, yang membedakannya adalah ketaqwaannya.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Namun akibat gaya hidup modern yang kian meningkat, terkadang makna miskin dan fakir yang distandarkan sebagai orang yang tidak mempunyai kekayaan dan tidak mempunyai pekerjaan untuk memenuhi kehidupannya saat ini mulai kabur, faktanya banyak yang mempunyai HP, Motor dan meterial lainnya yang sama dimiliki oleh orang orang kaya, bahkan terkadang style mereka melebihi orang kaya, sekali lagi ‘terkadang’

Diciptakannya kemiskinan dalam kehidupan ini tidak lain adalah sebagai ujian bagi orang yang kaya untuk bisa berbuat baik lebih banyak lagi, agar supaya kelak tidak memperberat pertanggungan jawab atas kekayaan yang dimilikinya, dalam hadits Rasulullah bersabda: “Ingatlah, bahwa hak mereka atas kalian adalah agar kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan” (HR Ibnu Majah).

Ujian bagi orang miskin adalah bersabar, sedangkan ujian bagi orang kaya adalah bersyukur dengan cara berderma kepada si miskin yang membutuhkan, namun tak semudah yang kita bayangkan untuk memperoleh titel dermawan, karena setan selalu menakut nakuti orang yang dermawan ditakuti dengan kemiskinan yang akan menimpa bagi sang dermawan, sebagaimana firman Allah Swt.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS al- Baqarah [2]:268).

Dengan demikian, keduanya mempunyai peluang yang sama dalam mencapai kedekatan kepada Allah. Modal penting bagi orang miskin adalah bersabar dengan giat bekerja dan tidak putus asa, sedangkan modal orang kaya adalah berderma dan menjauhi sifat arogan atau sombong

Demikianlah ringkasan khutbah ini, mungkin ada bisa menjadikan tema khutbah jumat tentang potret kaya dan miskin dalam agama menjadi khutbah yang sangat menarik dengan cara menggabungkan fakta sosial secara general dan diperkuat dengan data numerik dari data kependudukan yang resmi, atau dibubuhi dengan cerita inspiratif terkati dengan sinergi orang kaya dan miskin dalam beragama
Wassalam...
Read More »

Rakaat Shalat Tarawih

Bulan suci ramadhan menjadi bulan dambaan setiap kaum muslimin, pasalnya di dalamnya bertabur ampunan dan setiap pahala dilipatgandakan, terlebih bila bertepatan dengan hari Jum’at subhanallah, tidak bisa ku bayangkan betapa mulyanya bulan ramadhan yang bertepatan dengan hari jumat. Kita ketahui bersama bahwa hari jumat lebih mulya ketimbang hari raya Idul Fithri dan Idul Adha. Bulan Ramadhan disebut sebagai bulan ampunan, menurut Ibn Mundzir semua dosa diampuni bagi orang orang yang berupaya mencari ampunan-Nya baik dosa kecil maupun dosa besar, lain pula dengan Imam Nawawi yang berpendapat dosa besar hanya diampuni dengan melalui taubah nasuha

Sarana yang paling nampak adalah qiyamul lail yang kita namai dengan shalat tarawih berdasarkan hadits Nabi saw, “Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan (sebulan penuh) dengan keimanan (meyakini pahala yang dijanjikan Allah) dan mencari pahala dari Allah maka dosanya yang terdahulu akan diampuni.” ( HR al-Bukhari dan Muslim). Tarawih mejnadi ibadah rutin bagi orang mu’min yang taat, dalam kajian fiqh qiyamu ramadhan hukumnya sunnat muakkadah atau sunnat yang mendekati wajib.

Read More »

Visi Hidup


Hari berganti hari, bulan demi bulan terus berjalan, menggiring tahun untuk berganti, gegap gempita masyarakat seantero dunia gempar menyambutnya masing-masing mempunyai visi hidup dan tujuan yang berbeda-beda dalam memaknai datangnya tahun baru 2014, tetapi tak sedikit yang hanya sekedar hura hura saja. di Awal tahun nanti Sejena marilah kita sempatkan diri ini untuk merenung, bahwa perjalanan usia setiap manusia selalu bergelut dengan waktu, saling berkejaran tak kenal lelah, manusia yang katanya makhluk cerdik itu sendiri tak bisa melepaskan dari kejaran waktu diminapun ia hidup, betapa lemahnya manusia ini hanya dengan waktu tidak bisa menghindar, apalagi dengan pengawasan sang pencipta waktu itu sendiri.


Manusia juga tidak bisa menghindar dari ruang, manusia hanya bisa berpindah dari satu ruang meuju ruang lainnya, begitulah terus menerus sampai limit masa hidupnya. Suatu saat dengan rela hati atau terpaksa akan meninggalkan ruang yang ada di dunia ini menuju ruang yang ada di akhirat 'sana'. Gemerlap dunia yang terkadang membuat silau inipun akan ditinggalkan begitu saja tanpa pesan, jika sudah tiba ajal menjemputnya, termasuk tahun yang dirayakan di awalnya itu juga akan ditinggalkan. Peredaran matahari dan rembulan tidak lagi menjadi ukuran waktu, tetapi yang menjadi ukuran terasa lama tidaknya di alam penantian adalah amal.

Visi hidup di masa depan nan abadi itulah seharusnya menjadi visi muslim sejati, karena dunia bukan tempat terakhir tetapi laksana halte menuju tempat yang dituju oleh semua makhluk hidup yakni akhirat.

Visi hidup semacam ini semoga tidak larut dalam meriahnya tahun baru 2014, karena kalau kita renungkan lebih dalam pada dasarnya yang baru bukanlah tahun saja, tetapi setiap hari adalah baru. Terbukti tidak ada rangkaian antara hari, tanggal, bulan dan tahun yang bisa sama secara bersamaan sama dari dahulu hingga sekarang dan akan datang. jika ada kesamaan hari dan tanggal pasti bulanya beda, jika ada kesamaan bulan dan tanggal tentu tahunnya beda, itu berarti setiap hari adalah baru. Jika ada rangkaian hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama pasti itu kalendernya yang salah.

Bacaan akhir tahun : muhasabah terhadap modal hidup
Read More »

Ringkasan khutbah jumat : taubat sebelum mati

Berbagi ringkasan khutbah jumat tentang taubat sebelum mati ini bermanfaat dan bisa dikembangkan oleh pembaca sesuai dengan mustami’ yang ikut dalam sholat jumat. Sehingga memenuhi tujuan yang ditargetkan yaitu mengisi kebaikan dalam rentang hidup dan mati yang akan dijalani oelh setiap hamba.


Hidup dan mati adalah dua kata yang saling bertetanggaan selamanya, karena setiap yang hidup berakhir dengan kematian kecuali Dia yang maha hidup, kematian dalm arti batas kehidupan dunia disebut dengan aja. Sesuai dengan namanya, “ajal” tidak bisa dimajukan atau dimundurkan meskipun sesaat, kepastian Allah yan satu ini mesti diyakini sepenuh hati, dengan cara menyiapkan bekal menuju episode kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.
Hadirin sidang jumat rahimakumullah

Khutbah jumat ini dimaksudkan untuk memperingatkan kepada kita bahwa betapa dahsaytnya adzab allah yang menimpa seorang pendosa yang belum terampuni dosanya, Alammh akan mengadili hambanya seadil-adilnya di hari itu semua wajah tertunduk memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Anak tak perduli lagi dengan orang tuanya, guru tak perduli lagi dengan muridnya mana boss dan bawahan semua sama dihadapan Allah, perbuatanlah sebagai juru selamatnya.
Read More »