Mi'raj dalam Sholat


الحمد لله الواحد القهار . العزيز الغفار . مدبر الأمور ومقدر الأقدار . ومولج الليل فى النهار . ومولج النهار فى الليل تبصرة وذكرى لأولى الأبصار . أشهد أن لاإله إلاالله وأشهد أن محمدأ عبده ورسوله الأطهار . اللهم صلِّ على سيدنا محمد المصطفى المختار . وعلى أله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم فريق فى الجنة وفريق فى النار أصيكم و نفسى بتقو الله

Hari kamis kemarin, menurut kalender penanggalan Hijriyah tepat tanggal 27 Rajab 1434 H, diperingati sebagai hari yang sangat bersejarah menginta pada tanggal tersebut Nabi yang dalam keadaan bersedih hati atas meninggalnya dua orang penopang perjuangannya berda’wah li ‘;laai kalimatillah dengan kehendak Allah wafat pada tahun yang bersamaan. Untuk meneguhkan hati Rasul saw Allah memperjalankan hamba pilihanya tersebut di sebuah malam tanggal 27 Rajab yang kemudian dikenal dengan isra’ mi’raj. Perjalan relegius tersebut hanya diberikan satu-satunya kepada beliau, saking istimewanya perjalan religius tersebut diabadikan menjadi nama surat yaitu Surat Al-Isra’ Ayat pertama berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Isra’: 1)

Isra’ secara lughawi bermakna perjalan di malam hari. Perjalan tersebut berlangsung sangat cepat dari makkah ke palestina kemudian diteruskan tembus sampai ke sidratul muntaha dan bahkan melebihinya hanya memakan waktu semalam. Dengan singkatnya waktu tersebut, tentu perjalanan ini banyak mengundang tanya dari berbagai kalangan sahabat dan kaum quraisy makkah pada waktu itu, tak sedikit yang menganggap bahwa perjalan secepat itu adalah perjalanan yang irrasional. Meski dalam dunia ilmiah, tidak semua benda mengalami percepatan yang sama.

Kapas dan batu tentu mengalami percepatan yang berbeda saat dijatuhkan dari ketinggian, karena itu tak heran jika ada percepatan yang berbeda pula antara perjalan manusia biasa dengan perjalanan Rasul saw di waktu itu. Walluhu a’lam, ilmiah atau tidak ilmiah, yang pasti Abu bakar adalah sahabat yang meyakini hal itu pertama kali sehingga mendapat gelar as-Shiddiq.

Rupanya akal manusia memang tidak dipersiapkan Allah untuk mengetahui secara ‘pasti’ proses Isra’ dan Mi’raj sang Nabi, karena itu wajar jika sekembalinya dari isra’ mi’raj Rasulullah saw dicela dan bahkan dianggap sebagai orang yang sudah hilang akal sehatnya, Sebagai hamba Allah yang bertaqwa, jika akal memang tidak dipersiapkan untuk mengetahuinya berarti tuntutan Allah adalah untuk meng-imaninya, bukan merasionalisasikannya, mengingat banyak keterbatasan dalam akal pikiran manusia.

Hadirin sidang jumat rahimakumullah

Yang terpenting bagi kita semua adalah oleh-oleh yang didapat oleh beliau, yang mana oleh-olehnya sudah dibagikan kepada semua ummat hingga kini dibagikan kepada semua ummat manusia, bahkan oleh-oleh tersebut abadi tak lekang dimakan zaman, tak rapuh dimakan waktu, oleh-oleh tersebut adalah kewajiban sholat lima waktu. Dari perjalanan yang istimewa mendapat oleh-oleh kewjiban yang sangat istimewa, kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar sebagai mana kewajiban lainnya. Sehingga pesan terakhir beliau Nabis saw di punghujung tutup usia adalah “as-holat, as-sholat”

Kewajiban melaksanakan zakat, semua orang yang Islam wajib melaksanakan ibadah zakat, akan tetapi bisa ditawar jika memang tidak mempunyai harta dalam batas yang mewajibkan zakat secara syar’i, begitu juga berpuasa, meskipun sehat bugar, baligh dan berakal, akan tetapi jika dalam perjalanan jauh, maka puasa boleh dibatalkan untuk diganti di hari yang lain. Haji adalah kewajiban puncak, jika ada orang yang kaya raya, sehat bugar, tetapi apabila tempat yang dituju terjadi kekacauan maka ibadah haji menjadi boleh tidak dikerjakan di waktu itu.

Namun berbeda dengan sholat, sholat diwajibkan kepada siapapun, apapun jenis kelaminnya, dan kapanpun, serta dimanapun. hatta orang sakit parah sekalipun, selama pikirannya masih sehat maka Allah mewajibkan sholat dengan semampunya. Kecuali perempuan yang mendapat undzur syar’i
Sholat sebagai soko guru agama, sholat adalah tiang agama barang siapa yang menegakkan sholat maka ia berarti menegakkan agama, sebaliknya barang siapa yang meninggalkan sholat sama halnya dengan merohbohkan agama. Agaknya tidak bijaksana jika agama kita dirong-rong oleh pihak lain, tanpa memberi kritik pedas yang tajam terhadap pelaksanaan sholat bagi orang Islam sendiri, bukankah tegak dan tumbangnya agama salah satu pemicunya adalah sholat

Di akhirat kelak sholat menjadi standar amaliyah lainnya, apabila sholatnya baik maka baik pula amal ibadah lainnya, sebaliknya apabila sholatnya rusak maka rusaklah amaliyah lainnya. Sebagaimana Sabda Nabi saw.

الصلاة فإن صلحت صلح سائر عمله، وإن فسدت فسد سائر عمله يوم القيامة أول ما يحاسب عليه العبد

Hadirin Rahimakumullah…
Betapa besar dan pentingnya kewajiban melaksanakan ibadah Jangankan meninggalkan sholat, orang yang meremehkan sholat saja akan diancam oleh Allah swt,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ.
Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (al-Ma’uun:4)

Sholat yang didalamnya ada kelupaan, sholat yang hanya dilakukan pada saat khusyu’ menghadap kiblat namun setelah salam, kembali berbuat maksiat laksana orang-orang yang tidak pernah melakukan sholat.
Kita sering kali mendengar kumandang ayat, bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, namun faktanya banyak orang-orang yang rajin sholatnya tapi doyan pula berbuat maksiatnya, di masjid penuh bahkan sesak berjejal, namun begitu juga ditempat hiburan banyak yang melaksanakan sholat tapi masih saja berbuat aniaya terhadap sesama.

Bekas Mi’raj kini bisa kita napak tilasi dengan cara sholat khusyu’, tidak hanya di waktu sholat tetapi hati masih tetap dalam keadaan sholat, khusyu’ dan tenang, selalu merasa diawasi oleh Allah swt.


======
lokasi di : YSM
waktu : 07-06-2013

Judul Khutbah Terkait:

Semoga Manfaat, nantikan khutbah terbaru