Pages - Menu

Khutbah Jumat Tentang Pemalas dan Sifat Munafik


Khutbah jumat terbaruDalam rangka membedakan ketaqwaan yang bersemayam di dada masing masing hambanya, Allah menitahkan suatu perintah, dari perintah itu dapat diketahui bertakwa atau tidak seseorang. Khutbah jumat kali mengemukakan kisah menarik tanggapan orang-orang saat dihadapkan pada sebuah perintah perang tabuk, rentetan kisah inilah ikut melatarbelakangi turunnya Surat At-taubah: 49, tidak lain adalah berkaitan dengan sifat munafik
Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. (QS. At Taubah : 49).
Ayat tersebut berkaitan dengan orang munafik yang mencari-cari alasan untuk absen dari perang tabuk, perang tersebut terjadi saat musim panas. Salah seorang bani salmah bernama Al- Jadd bin Qais beralasan kepada Rasulullah saw, Al Jad bin Qais berkata: “Ijinkanlah saya untuk tidak di bawa ke dalam ujian (fitnah) serupa ini. Masyarakat saya sudah cukup mengenal, bahwa tak ada orang yang lebih berahi terhadap wanita seperti saya ini. Saya kuatir, bahwa kalau saya melihat wanita-wanita Banu’l-Ashfar (Bangsa Romawi), saya takkan dapat menahan diri.” Alasan klise karena wanita seperti yang dikemukakan oleh al Jad bin Qais adalah hanya kepuraan semata.

Sidang Jumat Rahimakumullah
Perang tabuk terjadi tahun 630 M bertepatan tahun 9 H, pasukan muslimin melawan bangsa Romawi, perang tersebut terjadi di perbatasan Syam, Untuk menuju perbatasan syam bukan perkara mudah, medannya sulit, cuacanya panas. Untuk mencapainya saja butuh niat tulus & kondisi fit belum lagi berperang. Rasulullah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berperang. Mereka yang taat sajalah yang tak memandang panas diperparah medan yang terjal menghadang. Menghadapi perintah ini, berbagai tanggapan muncul sesuai dengan bobot ketaatan dan keimaman mereka. Diantara mereka ada sekelompok ummat merespon perintah dengan sigap dan siap, ada juga yang menolak dan adapula yang enggan berperang dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

Kategori kelompok terakhir yaitu orang-orang yang enggan berperang dengan segudang alasan yang dibuat-buat adalah termasuk golongan munafiqiin. Kelompok ini sangat berbahaya & mengancam semangat kaum muslimin lainnya. Bahkan diantara mereka ada yang sengaja untuk menghalang-halangi, supaya kaum muslimin lainnya tidak ikut berperang. Allah berfirman:

“…. dan mereka berkata: “Jangan kamu berangkat perang dalam udara panas begini.’ Katakanlah: ‘Api neraka lebih panas lagi, kalau kamu mengerti! Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang mereka kerjaka.” (QS. At Taubah: 81-82)

Sidang jumat yang mulia…
Dalam kehidupan sehari-sehari senantiasa kita dapati tiga golongan tersebut ketika dihadapkan pada sebuah perintah. Dari kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran, betapa hidup yang untuk mati ini selalu memerlukan pengorbanan secara total, baik dari segi fisik, mental maupun material.

Khutbah jumat diatas tidak lain adalah mempertegas bahwa ciri munafik tidak hanya terhenti pada tiga ciri termasyhur, yaitu berbicara dusta, berjajni ingkar dan apabila dipercaya khianat. Tetapi pemalas itu sifat munafik juga dalam menjalankan perintah adalah bagian dari termasuk orang-orang munafik juga. baca juga khutbah jumat tentang taubat sebelum mati